“Tanpa feminisme ga bisa Mbak bebas beropini di muka umum seperti ini.” Kata seorang netizen pada seseorang yg menyatakan ketidaksukaannya pada feminisme. “Dari dulu sebelum ada feminis sudah ada RA Kartini yg berjuang untuk perempuan!” Balasan itu diamini puluhan netizen lain.
-
-
Pokaż ten wątek
-
Penggalan pendek itu menunjukkan bahwa banyak orang yang masih salah kaprah memahami feminisme sebagai sebuah label dengan feminisme sebagai sebuah ide. Nyatanya, ide feminisme sudah lama ada, namun baru mendapat sebutan “feminisme” dan menjadi populer di media sosial belakangan.
Pokaż ten wątek -
Pada dasarnya, feminisme adalah sebuah ide & upaya untuk meraih kesetaraan antara laki-laki & perempuan. Keinginan untuk itu sudah muncul sejak dulu. Misalnya, RA Kartini (1879-1904) & Dewi Sartika (1884-1947) yang memperjuangkan pendidikan bagi perempuan saat itu.
Pokaż ten wątek -
Meski sudah ada sejak lama, ide feminisme ini baru menjadi sebuah pergerakan yang menyatukan banyak orang untuk meraih kesetaraan gender dan dikenal secara luas di kemudian hari.
Pokaż ten wątek -
Pada abad 19 dan awal abad 20, feminisme sebagai sebuah gerakan yang didukung banyak orang mulai muncul di Amerika Serikat dan Inggris. Pada waktu itu, perjuangan feminisme berputar pada isu kesetaraan perempuan di mata hukum, terutama terkait hak untuk ikut pemilu.
Pokaż ten wątek -
Selanjutnya, gerakan feminisme terus berkembang seiring waktu dan beririsan dengan konteks sosial dan politik yang ada di berbagai tempat. Misalnya, di Amerika Serikat isu ras atau kelas sosial bersinggungan dengan isu kesetaraan gender.
Pokaż ten wątek -
Lain lagi di Mesir di mana isu nasionalisme bersinggungan dengan isu kesetaraan gender. Hal ini nampak saat Huda Sha’arawi mendirikan Persatuan Feminis Mesir pada tahun 1923.
Pokaż ten wątek -
Dari contoh di atas, pergerakan feminisme biasanya menyesuaikan dengan isu yang ada di masyarakat tempat gerakan itu berada. Tapi, kenapa gerakan feminisme yg saat ini kita lihat di media sosial terasa begitu “asing” di telinga & bahkan cukup menyebalkan karena “ga napak tanah?”
Pokaż ten wątek -
Globalisasi membuat pertukaran informasi terjadi begitu cepat. Apa yang terjadi di Amerika Serikat bisa viral di antara pengguna media sosial Indonesia (bahkan seluruh dunia!) dalam hitungan menit. Hasilnya, terjadil benturan konteks budaya luar dg apa yg ada di masyarakat kita.
Pokaż ten wątek -
Dalam konteks globalisasi ini, istilah & isu yg ada di belahan lain dunia kerap diadopsi oleh penggerak feminisme di Indonesia. Sayangnya, istilah & isu tersebut sering terceraikan dari konteks sosio-politik, budaya, dan sejarah kita sehingga kurang 'napak tanah.'
Pokaż ten wątek -
Jadi, apakah mengimpor istilah dan isu feminisme dari luar itu sepenuhnya salah? Memangnya iya ada gerakan feminisme yang isunya menyentuh masalah-masalah lokal Indonesia?
Pokaż ten wątek -
Yuk ngobrol tentang feminisme di Amerika & Indonesia! Besok
@AksiGerak punya tamu dari Chicago & Jakarta:@_thaWRIGHTway &@niniesrina. Acara akan dipandu Ignatia Glory dari Bali, dan diterjemahkan ke Bhs. Indonesia & Bhs. Isyarat. Daftar segera yuk di: http://bit.ly/ChicagoJakartaGenderJustice …pic.twitter.com/5601SmtcHs
Pokaż ten wątek
Koniec rozmowy
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.