Menurut saya, orang-orang yang mengatakan "motif ekonomi" (read kemiskinan) membuat orang ingin jadi teroris adalah orang-orang yang sombong dan malas berpikir.https://twitter.com/qureta/status/995549760202276866 …
-
-
Menyalahkan kemiskinan untuk terorisme itu sesungguhnya cara yang amat keji (perverse) untuk meliyankan sesuatu yang tidak kalian kenal, sekaligus melupa-lupakan akar masalah yang menyebabkan kemiskinan itu.
Pokaż ten wątek -
Jika benar "motif ekonomi" adalah penyebab terorisme, maka motif tersebut seharusnya akan dapat ditemukan di segala jenis gerakan ekstremis: dari gerakan pembebasan nasional (IRA, Macan Tamil), kelompok fasis dan gerakan ultra-kanan, aktivis hak hewan ekstrem, dst.
Pokaż ten wątek -
Nyatanya ngga begitu. Yang khas dari semua kelompok ekstrem tersebut—baik religius maupun nasionalis atau sekular—adalah rasa kekerabatan kelompok yang kuat dan exklusif (imagined ummah) dan persepsi bahwa kelompoknya sedang dizalimi oleh musuh yang jauh lebih besar.
Pokaż ten wątek -
Kalau beneran "motif ekonomi", ngapain jadi teroris? Pernah ada gitu, yang tajir karena jadi teroris? Mending ke koperasi simpan pinjam kali, atau jadi bede narkoba
Pokaż ten wątek -
Kalau dibilang "motif ekonomi menyebabkan orang ikut gerakan komunis" itu lebih masuk akal. Komunisme, Marxisme kan memang ideologi ekonomi.
Pokaż ten wątek -
Dan sebetulnya "motif ekonomi dan alasan psikologis" adalah dua hal yang mendorong semua orang melakukan segala sesuatu kok.
#JanganMalasMikirPokaż ten wątek -
No, poverty and lack of education are not driving factors for terrorism. Just ask this guy:
https://m.detik.com/news/berita/3407095/eks-pns-kemenkeu-yang-hendak-gabung-isis-lulusan-s2-australia …Pokaż ten wątek
Koniec rozmowy
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.