Otoritas bandara nggak punya wewenang untuk menghukum. Selain itu, ini adalah penganiayaan = pelanggaran HAM @komnasham @OmbudsmanRI137 https://twitter.com/Am0k4/status/876553078974980097 …
-
Ten tweet jest niedostępny.
-
W odpowiedzi do @kopiganja
Kalau di bandara yg di dalam Lanud/Lanudal pengamanan dalam wewenang TNI.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 1 polubiony -
W odpowiedzi do @ArvinTunas
Iya. Keyword: Pengamanan. TNI bukan aparat hukum, nggak punya wewenang untuk menghukum.
2 odpowiedzi 1 podany dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja
Kalau di Juanda setau saya Polisi gak masuk, semuanya berurusan dengan TNI lewat POM.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @ArvinTunas
Di kebanyakan bandara komersial Indonesia memang begitu, karena dibangun di atas aset TNI.
1 odpowiedź 1 podany dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @ArvinTunas
Yang benar, drivernya ditahan (POM boleh menahan), kemudian diserahkan kepada polisi untuk diproses hukum.
1 odpowiedź 1 podany dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @ArvinTunas
Masalahnya, driver online tidak melakukan perbuatan pidana apa pun. Jadi polisi juga nggak bisa apa-apain.
1 odpowiedź 1 podany dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @ArvinTunas
Jadi memang aturannya harus diperjelas, disosialisasikan, dan ada otoritas yang diberi wewenang yang *sesuai* untuk menegakkannya.
1 odpowiedź 1 podany dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @ArvinTunas
Pertanyaan selanjutnya, yang "sesuai" itu apa? Apakah POM boleh dipakai untuk membela kepentingan bisnis TNI? Tentu tidak, bukan?
1 odpowiedź 1 podany dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @ArvinTunas
Paling banter, POM punya wewenang "pengamanan". Lalu apakah driver online merupakan ancaman keamanan? Pusing kan lu?
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych
Intinya, driver online itu mengganggu kepentingan ekonomi pihak yang menguasai jasa taksi bandara. Diurai dari situ aja, biar jelas. 
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.