Infrastruktur Sosial semisal sekolah, rumah sakit, balai kesehatan, balai latihan kerja, rumah tahanan, lembaga peradilan, dll.
-
-
W odpowiedzi do @hotradero
Indonesia masalahnya ada di mana? Di keduanya: Infrastruktur Fisik dan Infrastruktur Sosial. Itu sebabnya kita punya masalah kesenjangan.
2 odpowiedzi 31 podanych dalej 9 polubionych -
W odpowiedzi do @hotradero
Tanpa membangun infrastruktur fisik - kesenjangan antar daerah akan melebar, juga memicu inefisiensi ekonomi. Lalu terjadi "Brain Drain"
1 odpowiedź 32 podane dalej 13 polubionych -
W odpowiedzi do @hotradero
Mengapa proses demokrasi di daerah-daerah mandeg? Mengapa Nepotisme berkembang? Karena mereka yang potensial sudah pindah ke tempat lain.
1 odpowiedź 28 podanych dalej 9 polubionych -
W odpowiedzi do @hotradero
Ada teman menamatkan pendidikan Doktoral dari Eropa. Ingin mengabdi bagi daerah asalnya di Nusa Tenggara. Tapi gagal. Mengapa?
1 odpowiedź 22 podane dalej 7 polubionych -
W odpowiedzi do @hotradero
Karena ia butuh orang-orang di lapangan dengan kualifikasi pendidikan tertentu. Ternyata tidak cukup jumlahnya. Mereka sudah merantau.
2 odpowiedzi 23 podane dalej 6 polubionych -
W odpowiedzi do @hotradero
Akhirnya teman ini terpaksa ke Jawa juga untuk membuat perubahan, sambil mencicil semangatnya untuk membangun daerah. Inilah Brain Drain.
2 odpowiedzi 23 podane dalej 7 polubionych -
W odpowiedzi do @hotradero
Contoh paling jelas fenomena Brain Drain adalah Tapanuli. Sudah berlangsung berpuluh tahun. Bagaimana membalik keadaan? Sangat sulit.
1 odpowiedź 19 podanych dalej 10 polubionych -
W odpowiedzi do @hotradero
Sumatera Barat dan Aceh pun mengalami Brain Drain. Tak heran bila pemerintah lokal kapasitasnya makin menurun. Makin mendorong Brain Drain.
4 odpowiedzi 26 podanych dalej 8 polubionych -
W odpowiedzi do @hotradero
Dalam dekade terakhir ada fenomena arus balik inteligentsia Minang ke kampung halaman, terutama ke Kotogadang.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych
Ada kawan, setelah lama melanglang buana, pernah bermukim di Ubud juga, akhirnya memutuskan kembali ke ranah Minang, bertani di Maninjau. 
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.