opsi solusi pun kalau ga feasible ya ga akan jadi. dipaksakan malah bisa berimbas ke pembangunan kota scara menyeluruh.
-
-
W odpowiedzi do @AlwiEr
nah, FS konvensional selama ini nggak hitung biaya-manfaat luas dalam pemodelannya, terpatok mekanisme pembiayaan tradisional.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
memang benar, perencanaan harus terpadu dan menyeluruh, nggak mengisolasi/memaksakan satu solusi yang dianggap 'mujarab'.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
makanya twit awal saya ke Kang Emil tadi merujuk ke *salah satu* akar masalah (sekaligus driver ekonomi) Bandung: traffic plat B.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
logika sederhana kebanyakan planner: Macet? Bangun MRT! Ini kadang misguided, fokus hanya pada solusi tanpa menyasar akar masalah.
1 odpowiedź 1 podany dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
sehingga banyak walikota kemudian menjadikan pembangunan MRT sebagai tujuan, sekaligus capaian politik prestisius.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
padahal sistem MRT hanya satu dari aspek perencanaan kota yang kompleks dan saling terkait, termasuk aspek legal dan pembiayaan.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
sering kali perencanaan yang sudah amat baik kemudian mentah karena conundrum hukum dan pembiayaan yang berlarut-larut.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
itu pun kalau perencanaannya baik. Yang lebih lazim lagi, perencanaan dilakukan dengan intuisi, tanpa data, dan acap kali politis
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
"di Bappeda kami, tidak ada satu pun ahli perencanaan" - pejabat Bappeda di suatu daerah yang tidak perlu disebut namanya
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych
sehingga perencanaan di-drive oleh "visi" walikota/bupatinya (kalau pun ada visi), bukan oleh data dan pemahaman masalah yang utuh.
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.