bisa difinance dari 'Bea Masuk Bandung' untuk kendaraan non-plat D yang masuk Bandung via tol saat weekend dan libur nasional 
-
-
W odpowiedzi do @kopiganja @ridwankamil
percuma juga LRT, Kang, kalau serbuan kendaraan plat B nggak dikurangin. Dulu orang Jakarta ke Bandung pakai kereta atau 4848.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 6 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @ridwankamil
it's straight math: Rp 100,000/mobil plat B tiap weekend. Berapa duit tuh per tahun?
14 odpowiedzi 3 podane dalej 22 polubione -
W odpowiedzi do @kopiganja @ridwankamil
dikurangi menurun nya penerimaan pajak daerah. Now it's simple math.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @AlwiEr
kalau beneran ekonomi Bandung booming & pajak daerah meningkat pesat, kenapa nggak bisa sisihkan budget buat LRT yang cuma sekian T?
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
planning & budgeting itu soal prioritas. Kalian mau Bandung kayak apa? Happy dengan kemacetan sekarang?
2 odpowiedzi 1 podany dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja
opsi solusi pun kalau ga feasible ya ga akan jadi. dipaksakan malah bisa berimbas ke pembangunan kota scara menyeluruh.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @AlwiEr
nah, FS konvensional selama ini nggak hitung biaya-manfaat luas dalam pemodelannya, terpatok mekanisme pembiayaan tradisional.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
memang benar, perencanaan harus terpadu dan menyeluruh, nggak mengisolasi/memaksakan satu solusi yang dianggap 'mujarab'.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
makanya twit awal saya ke Kang Emil tadi merujuk ke *salah satu* akar masalah (sekaligus driver ekonomi) Bandung: traffic plat B.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych
logika sederhana kebanyakan planner: Macet? Bangun MRT! Ini kadang misguided, fokus hanya pada solusi tanpa menyasar akar masalah.
-
-
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
sehingga banyak walikota kemudian menjadikan pembangunan MRT sebagai tujuan, sekaligus capaian politik prestisius.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @AlwiEr
padahal sistem MRT hanya satu dari aspek perencanaan kota yang kompleks dan saling terkait, termasuk aspek legal dan pembiayaan.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych - Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.