Siklus biasa yang terjadi, selalu ada yang harus dibayar atas keindahan, mau bikin solusi teknologi rasanya sulit juga, pemerintah terkait udh punya rencana dan pembersihan setiap siklus ini hadir...https://twitter.com/kopiganja/status/1344970688281546755 …
-
-
W odpowiedzi do @ngurahsaka
Sori, bli. Sampah plastik bukan fenomena alam.
1 odpowiedź 2 podane dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja
Bukan soal plastiknya, tapi siklus pantai yabg kotor, kalo soal plastik apakah kita semua udh ga make produk tanpa plastik? sulit kalo cuma nuntut innovator 4.0 doang .
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @ngurahsaka
Ah, sori bli kalau sarkasme saya terlalu subtle soal yang 4.0 itu.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja
yah gimana ya, kalo mau mengurangi sampah plastik mulai dari kita aja, contoh perda pengurangan sampah plastik udah dilakukan, bawq tas belanjaan sendiri, mengurangicpenggunaan produk yg masih berkenaan dengan sampah, biar ga nuntut kemana2, lakuin dari dalam diri aja dulu
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @ngurahsaka
I do that. Semua sampah gue recycle. Yang organik gue komposin. Dekat rumah ada bank sampah.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @ngurahsaka
Gue pernah audit sampah gue. Gue pilah berdasarkan tipe dan warna plastik bahkan. Yang paling sulit didaur ulang ya B3 macam baterai dan styrofoam. Bahkan sekarang sedapat mungkin gue ngga beli produk yang dikemas dengan styro.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @ngurahsaka
Sesuai UU, produsen memiliki tanggung jawab terbesar untuk mengelola sampah kemasan yang mereka hasilkan. Outlet-outlet macam
@Indomaret dan produsen macam@Danone@CocaCola harus menyediakan fasilitas pengumpulan sampah ritel di tiap outletnya. Itu kewajiban mereka sesuai UU.1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do to @kopiganja@Indomaret i jeszcze
Kurangnya ga semua tau itu, hal kecil mekilah sampah aja ga semua ngelakuin, itu susahnya.. jadi soal siklus bakal selalu terjadi, dan selalu ad yg bersihin, solusi yang mentok, peran pemerintah cuma sampe situ
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych
Yup.
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.