Udahlah, Indonesia ganti jadi demokrasi parlementer aja biar lebih dinamis dan bisa lebih mudah ganti chief executive kalau ngga becus. Toh presiden praktis cuma simbol negara, ngga ada leadership apa-apa. Dua dekade ini selalu ada "perdana menteri" yang running pemerintahan.
-
-
W odpowiedzi do @kopiganja
Ini mengembalikan kekuasaan ke parlemen untuk memilih pemimpin negara. Tinggal mengontrol parlemen aja kalo gitu utk melanggengkan hegemoni?
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 1 polubiony -
W odpowiedzi do @amirk
Apakah sekarang parlemennya ngga aman terkendali untuk melanggengkan hegemoni?
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja
Exactly. Gak mengubah keadaan juga
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych
W odpowiedzi do @amirk
Dibikin federal pun kayaknya ngga akan mengubah keadaan. Basis sosialnya ngga ada untuk memajukan demokrasi. Oligarchy and mafia like. 
19:03 - 14 gru 2020
0 odpowiedzi
0 podanych dalej
0 polubionych
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.