Itu kenapa kita butuh "slow journalism" seperti yang dilakukan @dgquarterly, mengangkat cerita yang udah lewat/basi, meninjau kembali dengan perspektif lebih utuh yang lebih matang dengan waktu.
Bikin dong versi Indonesianya. cc @aik_arif @zenrs @sweethellena @stanleywidiantohttps://twitter.com/BudiSetyarso/status/1337915244530712576 …
-
-
Yes. Memang perlu ketekunan jurnalis dan komitmen (baca: support) organisasi medianya. Biasanya ini yang lebih pelik dibanding perhatian publik yang pendek.
-
Nah. Reply-ku ini sama kan seperti reply-nya Mas
@aik_arif barusan. Pelik kalau udah berhadapan sama urusan cuan
- Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.

