Ya PM-nya setipe dengan Bolsonaro, Jokowi, Duterte, Trump.
https://twitter.com/ngabdul/status/1316598002912579584 …
-
-
W odpowiedzi do @kopiganja
Ya risiko demokrasi kan begitu. Kadang2 dapat Trump, kadang2 dapat Chavez. Kadang2 dapat pula yang tak berani melakukan apa2
1 odpowiedź 2 podane dalej 2 polubione -
W odpowiedzi do @ngabdul
Demokrasi ngga cuma saat Pemilu aja kan, om. Demokrasi itu setiap hari. Ada hukum yang menjaminnya, ada institusi yang melaksanakan dan saling mengawasi dan mengimbangi. Dalam contoh-contoh populisme di atas, itu semua dipreteli. Hak dilanggar, masyarakat sipil ditekan, etc.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 3 polubione -
W odpowiedzi do @kopiganja @ngabdul
Demokrasi ada untuk menjamin perimbangan & distribusi kekuasaan. Ketika kekuasaan memusat di sekelompok elit yang tidak akuntabel dan bertindak dengan impunitas, demokrasinya tinggal cangkang kopong. Politisi hanya akuntabel ke feodal partai, bukan lagi ke warga yang memilihnya.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 1 polubiony -
W odpowiedzi do @kopiganja
Demokrasi kita spt ini. Kekuasaan pengurus partai lbh besar dr elected officials dan representatives. Tak terlalu masalah ketika kepentingan para "pemilik partai" itu berbeda dan mereka ribut sendiri. Ketika bisa disatukan, jadinya ya spt yg kita alami skr ini
1 odpowiedź 0 podanych dalej 1 polubiony
Benar. Jadinya "demokrasi" dalam tanda petik.
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.