Karena SIM membutuhkan ketrampilan yang harus divalidasi secara berkala. Menjadi “warga”, tidak.
-
-
Ten tweet jest niedostępny.
-
W odpowiedzi do @yudhadhanantaa @kopiganja
Prinsipnya: klau KTP itu hak. Kalau SIM itu privilege. Kita dipinjamkan hak untuk menggunakan jalan. Hak itu sewaktu-waktu bisa dicabut. Diuji kembali. Atau tidak diperpanjang. Dua kartu itu memang beda fungsinya, beda sifatnya.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @agussari @yudhadhanantaa
Sure. Privilege bisa diperbarui otomatis kalau ngga pernah ada masalah. Dengan demikian menghilangkan peluang korupsi dan birokrasi yang ngga perlu. Orang yang pandai mengemudi itu seperti belajar sepeda: sekali bisa, bisa terus.
0 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
Ten tweet jest niedostępny.
-
W odpowiedzi do @yudhadhanantaa @agussari
Persis. Dan seharusnya ngga perlu lagi ada kartu fisik zaman sekarang. Cukup akses online, dan riwayat mengemudi kita bisa terlihat lengkap. SIM cuma "surat" tanda bukti, bukan lisensinya itu sendiri.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @yudhadhanantaa
Yang bakal menjadi hambatan dalam memperpanjang biasanya: track record pelanggaran serius seperti tabrakan, speeding, DUI. Selain itu bisa diperpanjang dengan permintaan saja, dan langsung dikasih.
0 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
Ten tweet jest niedostępny.
-
W odpowiedzi do @yudhadhanantaa @agussari
Kalau gue presiden, gue rombak sbb: Korlantas diserahkan ke daerah, di bawah Dishub; Reskrim di bawah Kejaksaan. Di level nasional (federal) cukup Brimob dan Densus sebagai pasukan keamanan umum dan unit khusus. Kamtibmas diselenggarakan dengan community policing oleh daerah.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
Ten tweet jest niedostępny.
Persis 
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.