Belanda (VOC) ngga sekadar berbisnis sih. Mereka berperang, memperbudak, melakukan genosida (e.g. Banda), demi meraih monopoli perdagangan, mengacaukan tatanan yang sudah berlangsung berabad-abad dengan saudagar Arab, Cina, Persia dll.
-
Ten tweet jest niedostępny.
-
-
W odpowiedzi do @kopiganja
Pebisnis reguler ngga akan mengerahkan sumber daya untuk membangun benteng pertahanan di mana-mana, membawa armada perang, merekrut shogun sebagai mercenary. Jelas-jelas VOC, dan sebelumnya Portugis, seperti colonizer di benua baru, datang untuk menguasai dan mengeksploitasi.
1 odpowiedź 2 podane dalej 2 polubione -
Ten tweet jest niedostępny.
-
W odpowiedzi do @PresideNetizen
Ngga cuma saat itu. Saat ini juga. Tapi sebelum kedatangan Portugis, memang ada perdagangan damai yang berlangsung berabad-abad dengan berbagai bangsa. Tentang Majapahit, relasi mereka dengan satelit-satelitnya juga ngga seragam. Ada pula yang mengatakan Majapahit ini fantasi.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 1 polubiony -
Ten tweet jest niedostępny.
-
W odpowiedzi do @taufiqsunar
China pun pernah menganggap wilayah Nusantara ini sebagai satelit atau daerah pengaruhnya, "the southern foreign". Mungkin serupa dengan bagaimana Majapahit (jika memang pernah ada) memandang satelit-satelitnya
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 1 polubiony -
Ten tweet jest niedostępny.
-
Ten tweet jest niedostępny.
-
W odpowiedzi do @taufiqsunar
Iya, maksudku itu.
Apakah benar-benar Majapahit yang digdaya yang bermula dari suatu sumpah dan dipersatukan di bawah pimpinan panglima yang wajahnya mirip Muhammad Yamin sebagaimana dikisahkan dalam folklore nasionalis, itu meragukan sekali.1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych
Ngga kebayang aja gimana gugusan pulau-pulau dan rimba raya yang merentang sepanjang ⅛ keliling bumi, pada masa itu, bisa diperintah dan tunduk pada penguasa di pusat Jawa.
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.