Sorry to disappoint, mas. Melihat apa yang terjadi di USA sana, kayaknya sih ngga akan beda ceritanya, sekalipun angka kematian ratusan ribu. Yang bebal akan tetap bebal. Malah ada efek paradoksal dan kematian semakin ternormalisasi ketika nyawa jadi sekadar angka.https://twitter.com/aik_arif/status/1280181572256149504 …
-
Pokaż ten wątek
-
W odpowiedzi do @kopiganja
pendekatan kebijakan Indonesia meniru Amerika di awal-awal, cenderung denial the risk. Masy cenderung telanjur memandang rendah ancaman wabah dan itu susah dibalikkam lagi memang. Tetapi, setidaknya data yg baik dan transparan masih bisa menyelamatkan orang2 yg masih mau dengar
1 odpowiedź 1 podany dalej 6 polubionych -
W odpowiedzi do @aik_arif
Orang-orang yang mau dengar sudah paham. Data yang baik, tapi pembuat kebijakannya bebal atau impoten, pun tidak akan mengubah keadaan. Di titik ini harus ada pergeseran mindset di level atas sana. Tanpa itu, kita menggarami lautan.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @aik_arif
Jika mindsetnya ngga bisa bergeser, mungkin SDM-nya yang perlu digeser—mereka yang makan gaji dari uang pajak kita.
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja
Ya. Respon masyarakat yg seperti ini menjadi refleksi kampanye sukses para pejabat otoritatif selama ini yg cenderung meremehkan bahaya Covid-19. Jadi memang mrk yg paling bertanggungjawab juga.
1 odpowiedź 2 podane dalej 0 polubionych
Jadi mikir . . .
Selama ini kan data ngga dibuka karena takut publik panik. Jangan-jangan kalau ternyata memang ngga ada efeknya ke psikologi massa—mau kematian seribu, 10 ribu atau 100 ribu—apakah pemerintah akan lebih cuek untuk buka datanya? 
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.