Kemarin pas diskusi dengan mba Karlina Supelli, Enda Nasution memberikan premis menarik. “Apakah negara harus bergerak ke arah otoritarian untuk bisa efektif melawan Covid-19 seperti yang ditunjukkan oleh Cina dan Vietnam?”.
-
Pokaż ten wątek
-
Mba Karlina ga sepakat, menurutnya, Demokrasi tidak boleh dikorbankan untuk apapun. Kemudian beliau memberi contoh Korea, yang efektif melawan Covid-19, demokratis, dan tidak otoritarian.
4 odpowiedzi 13 podanych dalej 19 polubionychPokaż ten wątek -
Gw bilang kalau gw ga sepakat sama Enda dan memberikan pertanyaan bagaimana dengan pemimpin perempuan yang ditengarai efektif menangani Covid-19 dan mereka juga negara-negara demokratis?
3 odpowiedzi 3 podane dalej 8 polubionychPokaż ten wątek -
Mba Karlina kemudian bicara soal cara ajar yang berbeda pada perempuan dan laki-laki, bahwa perempuan dibesarkan dengan ethic of care, sementara laki-laki dibesarkan dengan ethic of justice. Cara ajar ini yang membuat perempuan bisa lebih empatik, tapi bukan karena perempuannya.
2 odpowiedzi 23 podane dalej 58 polubionychPokaż ten wątek -
Mba Karlina juga menyebutkan bahayanya ethic of care ini bahwa seringkali membuat kita tidak berlaku adil jika ini menyangkut orang-orang yang ada di hati kita. But again, karena ini cara ajar, bisa saja diajarkan pada perempuan DAN laki-laki. Juga sebaliknya ethic of justice.
1 odpowiedź 6 podanych dalej 20 polubionychPokaż ten wątek -
Agung Wicak temen gw yg satu lagi kemudian pointed out bahwa menurut dia, isunya bukan di otoritarianisme maupun pemimpin perempuan. Tapi, negara yang berhasil melawan Covid-19 adalah negara yang relatif tidak punya polarisasi dalam politiknya.
7 odpowiedzi 37 podanych dalej 38 polubionychPokaż ten wątek
Poin menarik ini. Virus ini virus sosial, tapi juga virus politik. It's more deadly when politics is involved.
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.