Melihat ulah dungu KPI terkini kadang gue berpikir, kenapa inkompetensi, mediokritas, kebodohan, dan kecetekan itu secara politis "terorganisasi" dengan begitu baik?
Lalu jadi mikir, siapa yang bodoh ya? 
-
-
W odpowiedzi do @kopiganja
yg bodoh rakjat indo..alurnya rakjat milih DPR..DPR mlih kmisioner KPI..KPI d hjat netijen
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @Larachyntia
Ya itu poin gue. Kenapa yang "pintar-pintar" ngga bisa organise diri lebih baik menjadi kekuatan politik, ngga bisa menemukan bahasa cerdas yang lebih mengena ke khalayak ramai, dan senantiasa dihajar dalam kontestasi simbolisme cetek urusan selangkangan ini?
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja
keknya yg pinter2 udah coba meng-organize jdi kekuatan politik deh tpi msih gagal msuk parlemen
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @Larachyntia @kopiganja
d industri tv jga udah ada yg pntar2 untuk mengorgenize jdi penyeimbang tv konvensional tapi lagi2 d hajar khalayak ramai yg msih nyaman dngan kedunguanya bwat memilih hal receh sperti selangkangan
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
.. dan ini fenomena global. US, misalnya, dungunya serem. Secara politis juga terorganisasi dan terdanai dengan baik, pun bersenjata. Tiga pilar demokrasinya goyah.
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.