Melihat ulah dungu KPI terkini kadang gue berpikir, kenapa inkompetensi, mediokritas, kebodohan, dan kecetekan itu secara politis "terorganisasi" dengan begitu baik?
Lalu jadi mikir, siapa yang bodoh ya? 
Ya itu poin gue. Kenapa yang "pintar-pintar" ngga bisa organise diri lebih baik menjadi kekuatan politik, ngga bisa menemukan bahasa cerdas yang lebih mengena ke khalayak ramai, dan senantiasa dihajar dalam kontestasi simbolisme cetek urusan selangkangan ini?
-
-
keknya yg pinter2 udah coba meng-organize jdi kekuatan politik deh tpi msih gagal msuk parlemen
-
d industri tv jga udah ada yg pntar2 untuk mengorgenize jdi penyeimbang tv konvensional tapi lagi2 d hajar khalayak ramai yg msih nyaman dngan kedunguanya bwat memilih hal receh sperti selangkangan
- Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.