Oleh krn itu sy mengajukan wacana diskusi dgn human rights scholars lainnya ttg penyesuaian peran negara dlm isu kebebasan informasi dalam kaitannya pemberian jaminan perlindungan atas right to know the truth di era post truth. Kek judul skripsi/thesis ya. 
Yang lagi gue permasalahkan di sini sebetulnya adalah narasi "Pelanggaran HAM" yang begitu serampangan dipakai dan justru makin melemahkan 'branding' HAM itu sendiri. Begitu buruknya, sampai para penyuaranya kini direduksi jadi karikatur, quite literally.
-
-
Yang lagi gue usulkan adalah, kita bebenah lah. Keadilan sosial dan hak insani seharusnya jadi common denominator, persoalan yang agnostik terhadap ideologi. Bahwa keduanya sekarang sampai punya masalah image artinya ada yang sangat salah dengan pendekatan selama ini.
-
Semua yang terepresi haknya akan teriak pelanggaran - bahkan kalau biasanya dia anti HAM minoritas.
Diperlukan keteguhan untuk tetap memperjuangkan standar-standar HAM (dan pembenahan sistemisnya) siapapun korbannya. Hanya dengan demikian dia bisa jadi 'politically agnostic' - Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.