Salah kaprah itu kalau ada yang menggangap HAM melarang negara untuk membatasi akses terhadap informasi "dalam keadaan apa pun". Akses terhadap informasi bukan non-derogable right. SANGAT BOLEH dibatasi.
-
-
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Apalagi dalam situasi seperti kemarin. Ketika Negara sebagai pemangku kewajiban HAM tidak melakukan apa pun untuk mengendalikan situasi, termasuk membatasi bandwidth untuk mencegah peredaran hoax, lalu situasinya bereskalasi, Negara justru akan ada dalam risiko melanggar HAM.
1 odpowiedź 25 podanych dalej 31 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Maaf ya. Justru yang lagi koar-koar bahwa pembatasan akses informasi semasa rusuh kemarin itu adalah pelanggaran HAM sama sekali ngga paham konstruk teorinya dan tidak punya pisau analisis yang memadai.
1 odpowiedź 61 podanych dalej 63 polubione -
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Kemungkinan ini adalah orang-orang yang sama yang menggunakan istilah "Kejahatan HAM masa lalu" yang tidak bisa membedakan mana HAM, mana perbuatan pidana, dan bahwa pelanggaran HAM yang belum tuntas tidak bisa dibilang "masa lalu" seolah ada tanggal kadaluarsanya.
1 odpowiedź 21 podanych dalej 21 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Camkan: 1) Tidak ada yang namanya "Kejahatan HAM". HAM beda dari pidana. 2) Tidak ada yang namanya "Pelanggaran HAM Berat". Kalian ditipu perumus UU HAM kita yang sengaja ngga mau pakai istilah "Kejahatan Internasional" beberapa hari menjelang PBB bikin ICT for Timor-Leste. 3) ..
1 odpowiedź 22 podane dalej 31 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
3) Tidak ada yang namanya "Pelanggaran HAM Masa Lalu". "Pelanggaran HAM Masa Lalu" yang belum diselesaikan oleh Negara adalah juga Pelanggaran HAM Masa Kini, dan setiap aktor Negara yang bertanggung jawab, Presiden pun, terus menjadi pelanggar HAM selagi persoalannya belum kelar.
1 odpowiedź 20 podanych dalej 28 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Terakhir, kepada para esjewe: Kalian kuatkanlah kerangka teorinya dulu sebelum ngebacot. Bhay.
4 odpowiedzi 23 podane dalej 23 polubione -
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Oh, soal polisi yang menendang-nendang dan menganiaya orang yang ditahan. Sure, itu mungkin bentuk penganiayaan (pidana), sekaligus tindakan indisipliner, kemungkinan juga insubordinasi. Tapi tunggu dulu: belum tentu Pelanggaran HAM.
1 odpowiedź 13 podanych dalej 12 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Itu baru jadi pelanggaran HAM ketika Polri sebagai institusi: 1) Tidak mengambil langkah apa pun untuk mencegah itu terjadi (misalnya, dengan perintah untuk taat pada RoE). 2) Tidak mengambil tindakan apa pun untuk menyelidiki peristiwa yang terjadi dan menghukum pelaku.
1 odpowiedź 6 podanych dalej 10 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Oh, dan btw, istilah yang benar adalah "Hak Insani". HAM itu adalah terjemahan ngaco dari "Human Rights" dan menyimpang dari konsep: Hak insani itu ada karena kita manusia. Haknya bersifat insani. Tidak semua hak insani itu asasi.
2 odpowiedzi 11 podanych dalej 15 polubionych
Kepada para esjewe: daripada pakai "Pelanggaran HAM Masa Lalu", pakai aja "Kejahatan Negara" atau "Kejahatan Terhadap Kemanusiaan" yang merupakan salah satu dari empat jenis kejahatan internasional yang bisa dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional.
-
-
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Kepada mas
@taufikbasari: Kayaknya sudah saatnya UU "HAM" kita dibenerin deh, sekalian bentuk Pengadilan Hak Insani permanen (jika MA males) supaya ada jalur untuk mengadili kasus yang "non-HAM Berat" seperti diskriminasi berbasis gender, ras, agama, dst.1 odpowiedź 2 podane dalej 9 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja @taufikbasari
Nih, kalau mau kasus Pelanggaran HAM "masif dan sistematis": Kegagalan Kemendagri untuk memenuhi hak kependudukan bagi jutaan WNI, terutama yang di pelosok dan WNI migran, sehingga berimbas ke pelanggaran HAM berantai, e.g: diingkarinya hak memilih mereka di Pemilu yang lalu.
1 odpowiedź 4 podane dalej 6 polubionych - Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.