Di era Revolusi Industri Keempat ini mestinya ibukota Indonesia pindah ke awan, bukan ke Palangkaraya.

-
Pokaż ten wątek
-
Tapi serius deh, kenapa harus ngotot dengan gagasan ibukota negara-bangsa fisik, terpusat di satu lokasi? Itu simbolisme yang mahal sekali dan akan berujung, lagi-lagi, pada sentralisme, di mana pun kedudukan ibukotanya. cc
@BappenasRI@jokowi@KemenkeuRI2 odpowiedzi 0 podanych dalej 2 polubionePokaż ten wątek -
Ten tweet jest niedostępny.
-
W odpowiedzi do to @precariat_sweat@BappenasRI i jeszcze
Persis. Konsep usang Abad-19 yang mungkin sudah saatnya di-update. Seratusan negara-bangsa pasca-kolonial juga muncul sebagai respons atas konsep itu. Batas-batasnya pun warisan kolonial.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do to @kopiganja@precariat_sweat i jeszcze
Maybe time to Reimagine the Community?
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych
Ini kan era data ya. Mobilitas orang, barang dan jasa berlipat eksponensial, sementara model kependudukan & administrasi masih begitu lekat dengan cara pandang terestrial nan statis. (See https://seasia.yale.edu/benedict-anderson-census-map-museum …) Sementara tantangan yang dihadapi semakin global dan dinamis.
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.