Ini keliru. Sebaran umur petugas KPPS itu tidak sama dengan sebaran umur kematian pada populasi. Tapi ada poin yg bagus, kausalitas antara beban KPPS dengan peningkatan probabilitas meninggal mungkin ngga sebesar yg dituduhkan.https://twitter.com/kopiganja/status/1123621616594776064 …
-
-
W odpowiedzi do @awemany
👁️ 🗨️ 👁️ 🗨️ podał/a dalej 👁️ 🗨️ 👁️ 🗨️
Yup. Makanya gue ralat di twit berikutnya. Kalau pakai rasio 380/7.35 juta saja, maka akan lebih dekat ke 7,000 angkanya. Poin gue, mortalitas populasi petugas KPPS selama 2 minggu ini saja masih lebih rendah dibandingkan mortalitas populasi umum.https://twitter.com/kopiganja/status/1123624998151675904?s=19 …
👁️ 🗨️ 👁️ 🗨️ dodał/a,
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja
Justru poin itu yg saya bilang keliru. Waktu membandingkan mortalitas petugas KPPS dengan populasi ya harus apple to apple. Angka 6.6/1000 itu termasuk bayi dan orang berusia 65 tahun ke atas yg umumnya punya mortalitas lebih tinggi. Ngebandinginnya ngga boleh ke 6.6
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @awemany
Kalau spesifik mau mengecek kausalitas terhadap cara penyelenggaraan Pemilu tahun ini, lebih baik lagi kita bandingkan dengan mortalitas Pemilu-Pemilu sebelumnya. Jij punya datanya ngga? Ay penasaran.
2 odpowiedzi 0 podanych dalej 0 polubionych -
W odpowiedzi do @kopiganja
Ya. Kita memang seharusnya membandingkan mortalitas petugas KPPS pemilu sebelumnya (yg terpisah pileg dan pilpres) dengan 2019. Itu apple to apple. Sayangnya kita ngga punya datanya. :(
1 odpowiedź 0 podanych dalej 0 polubionych
Itu "lebih" apple-to-apple, karena apel pun ada apel Washington dan apel Malang
Kita bisa juga triangulasi perbandingannya biar makin komplit sudut pandangnya. Again, perspective and context are also important, not mere apple-to-apple comparisons.
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.