Dalam upayanya untuk 'nyambung' dengan subjek yang diwawancara, @Rosiana766hi melakukan mimicry, mencoba meniru ujaran sang tokoh (atau maskot?) yang jadi pokok perhatian, yang juga hasil rekayasa. Keluarnya seperti goresan kuku di papan tulis kapur. 

Tapi saya curiga ini cuma dalih, atau suatu bentuk kemalasan, bukan imperatif bisnis media masa kini.
-
-
Lihat aja, belakangan cukup banyak kok muncul saluran jurnalistik daring yang lumayan kualitasnya, dan kayaknya laku. (Belakangan saya lebih sering klik
@TirtoID, misalnya. Semoga akan ada Tirto versi televisi).Pokaż ten wątek -
Jadi saya ngga mau terima tuh alasan klise seperti: "Ekonomi-politik media kita masih kayak gitu sih. Whaddhuyuespek?" Kayak gitu gimana? Sama kayak dulu, atau udah berubah? Which is it?
Pokaż ten wątek -
Atau, "Ya SDM kita masih begini. Maklumin lah. Ngga pernah diajarin critical thinking di sekolah sih." (Yakin? Apa jangan-jangan SDM-nya "kayak gitu" karena dibikin kayak gitu, atau mungkin ada yang ngga mau disaingi?)
Pokaż ten wątek -
Atau "Attention span mereka itu pendek.. mereka belum terdidik" etc (Ya, dan dengan bikin produk boring, diselingi iklan tiap sekian menit yang bikin orang ganti channel, bentang perhatian mereka akan lebih panjang, gitu? Dan wtf, pretentious amat bilang audience bego)
Pokaż ten wątek -
Ngga kok, ekopolnya masih banyak samanya dengan 25 tahun lalu! Bottom line tetap main. Bedanya audience sekarang lebih punya banyak pilihan dan, tampaknya, seperti saya, mereka ngga lagi memilih televisi domestik karena basi
(ini tentu opini bias, berdasar data anekdotal)Pokaż ten wątek -
Alhasil, jadi semacam self-fulfilling prophecy: masuk dalam jebakan ayam-telur, mana duluan: Ngga perlu konten bagus, mahal, ngga laku pula. Ngga laku, karena ngga ada konten bagus, karena mahal. Lalu lowest common denominator jadi niscaya. Semua pakai formula, karena murah
Pokaż ten wątek -
Jadi gue curiga: jangan-jangan ini memang sistemik, dan tanggung jawabnya ada di puncak.
@KompasTV katro begini mungkin memang mencerminkan strategi, or lack thereof, grup induknya dalam mengarungi belantara era#KlikMahaKuasa yang menakutkan ini.Pokaż ten wątek -
Dan
@Rosianna766Hi memang dijadikan punggawa di@KompasTV justru karena upbringing dia 25 tahun lalu itu, era liberalisasi televisi, dianggap cocok untuk menavigasi belantara media masa kini (padahal, katanya, zaman udah beda)
Pokaż ten wątek -
Jadi ya terserah Kompas sih: mau jaga brand dan tradisi jurnalistik, atau mau sama aja kayak yang lain, mereproduksi konten banal di pasar yang sudah begini jenuh, dengan kemasan formulaik yang itu-itu juga, dan latah mengikuti tren menit terakhir, sekadar menambah kebisingan..
Pokaż ten wątek -
Lalu saya? Saya sendiri akan tetap asyik-asyik aja, sans mahamaha tronjol, mengarungi belantara informasi sebagai konsumen kritis yang sebetulnya gundah bercampur kangen (longing) akan konten media lokal berkualitas.pic.twitter.com/THeivRfZ9Y
Pokaż ten wątek
Koniec rozmowy
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.
