Ambang masuk dalam politik Indonesia itu (dibuat) tinggi sekali. Mungkin masalahnya ada di desain negara yang unitarian. Mungkin sudah saatnya kita menimbang kembali bentuk alternatif, misalnya federal. "Persatuan Indonesia" itu kan bisa macam-macam bentuknya.
-
Pokaż ten wątek
-
Bentuk 'Kesatuan' ini agak ngga konsisten dengan gagasan demokrasi: Bagaimana bisa dikatakan demokratis jika wakil yang dipilih tidak bisa mewakili daerah atau konstituennya, melainkan sekadar minion "pemilik" partai.
2 odpowiedzi 6 podanych dalej 3 polubionePokaż ten wątek -
Untuk negara seukuran Indonesia, bentuk Kesatuan itu hanya masuk akal dan efieisn jika pemerintahannya otoriter. Ya kayak Tiongkok lah. Kita ini ambigu: mau demokrasi, tapi ngotot NKRI harga mati. Padahal Pancasila aja ngga bilang gitu.
1 odpowiedź 7 podanych dalej 1 polubionyPokaż ten wątek -
Kalau memang sudah merasa nyaman dengan kebangsaan kita, mestinya ngga ada masalah negara ini dikelola secara federal, seperti dicita-citakan beberapa pendiri bangsa ini dulu. Yang bikin kita 'belok' jadi unitarian kan cuma paranoia anti-kolonialis salah satu dari mereka.
1 odpowiedź 3 podane dalej 2 polubionePokaż ten wątek
Mau serius membangun Indonesia dari pinggiran? Kasih kepercayaan lah sama 'pinggiran', paling ngga yang memang sudah mampu mengelola diri secara federal (misal, Jakarta, DIY, Bali). Yang belum, bisa dibina agar lebih baik (misal, Aceh, Papua, Banten). 

Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.