Bentuk 'Kesatuan' ini agak ngga konsisten dengan gagasan demokrasi: Bagaimana bisa dikatakan demokratis jika wakil yang dipilih tidak bisa mewakili daerah atau konstituennya, melainkan sekadar minion "pemilik" partai. 
-
-
Pokaż ten wątek
-
Untuk negara seukuran Indonesia, bentuk Kesatuan itu hanya masuk akal dan efieisn jika pemerintahannya otoriter. Ya kayak Tiongkok lah. Kita ini ambigu: mau demokrasi, tapi ngotot NKRI harga mati. Padahal Pancasila aja ngga bilang gitu.
Pokaż ten wątek -
Kalau memang sudah merasa nyaman dengan kebangsaan kita, mestinya ngga ada masalah negara ini dikelola secara federal, seperti dicita-citakan beberapa pendiri bangsa ini dulu. Yang bikin kita 'belok' jadi unitarian kan cuma paranoia anti-kolonialis salah satu dari mereka.
Pokaż ten wątek -
Mau serius membangun Indonesia dari pinggiran? Kasih kepercayaan lah sama 'pinggiran', paling ngga yang memang sudah mampu mengelola diri secara federal (misal, Jakarta, DIY, Bali). Yang belum, bisa dibina agar lebih baik (misal, Aceh, Papua, Banten).

Pokaż ten wątek
Koniec rozmowy
Nowa rozmowa -
-
-
United States of Indonesia. Taun duaribuan pas usul soal ini diketawain temen anak sejarah, udah dicoba jaman RIS gak jalan katanya.
-
Kayaknya yang ahistoris itu mereka deh. Setahun berserikat, persis setelah perang kemerdekaan, sama sekali bukan indikasi keberhasilan/kegagalan berserikat. Kita jadi unitarian cuma karena ada yang parno dan mau konsolidasi kekuasaan, takut cerai-berai akibat momok 'asing'

- Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
-
-
Pernah baca Bung Hatta bilang, "persatuan bukan persatean". Intinya, kita itu memang beda2. Bagaikan aneka sayur yg disatukan dgn bumbu kacang menjadi gado2; tak seperti daging ayam yg disatukan dgn tusuk sate. Heterogen bukan homogen. federasi atau serikat sebenarnya cocok. -
Bung Hatta is my guy. Cool. Coherent. But maybe that's because I'm allergic to megalomaniacs..


- Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
-
-
HARGA MATI
-
Jadi mereka bahkan bersedia mengorbankan persatuan demi kesatuan itu sendiri gitu ya?

- Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.