NKRI mewarisi Papua dari Belanda dengan fasilitasi Amerika Serikat yang pada konteks geopolitik zaman itu sedang berusaha untuk memenangkan hati Indonesia agar tidak ikut "runtuh" dalam efek domino komunisme global di Asia Tenggara. Itu fakta.
Pertanyaan yang sama juga berlaku bagi para sesesionis Papua yang berkeras untuk keluar dari NKRI dengan dalih HAM: apakah negara baru yang diimpikan memang akan menghormati, melindungi dan menegakkan HAM warganya kelak ...
-
-
.. atau, seperti preseden di sebagian besar negara pasca-kolonial (lihat PNG, negara-negara Afrika, Amerika Latin), justru akan menjadi negara diktatorial/negara gagal yang cuma memperkaya elitnya, dan rakyatnya tetap melarat?
-
Tidak ada jawaban pasti sih untuk kedua skenario itu. Tapi di sini saya skeptis dengan para advokat issue tunggal self-determination. Buat saya, self-determination yang sesungguhnya hanya bisa terwujud dalam kultur demokratis yang sejati...
- Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.