Self-determination sering otomatis diartikan kemerdekaan politik suatu wilayah dari entitas politik induknya. Padahal ngga begitu. Kita tentunya paham konteks historis kenapa tuntutan seperti itu ada.
Di sinilah HAM menjadi benang merahnya. Ketika kita menggantikan penguasa kolonial, menjalankan hak atas penentuan nasib sendiri dan mendirikan NKRI dengan DNA HAM dalam idelogi Negara, apakah kita sudah benar-benar setia dengan visi kemerdekaan itu?
-
-
Pertanyaan yang sama juga berlaku bagi para sesesionis Papua yang berkeras untuk keluar dari NKRI dengan dalih HAM: apakah negara baru yang diimpikan memang akan menghormati, melindungi dan menegakkan HAM warganya kelak ...
-
.. atau, seperti preseden di sebagian besar negara pasca-kolonial (lihat PNG, negara-negara Afrika, Amerika Latin), justru akan menjadi negara diktatorial/negara gagal yang cuma memperkaya elitnya, dan rakyatnya tetap melarat?
- Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.