Ketika melontarkan ujaran dan pendapat rasisnya, mereka sering berdalih sedang berpendapat dan berpikiran bebas. Lucunya, semesta pikiran bebas mereka itu sempit sekali, sesempit cangkang di mana mereka merasa nyaman merangkul fobia mereka.
-
-
Pokaż ten wątek
-
Dengan mereka, mustahil bisa berargumen pakai nalar, apalagi empati. Paradoksnya, kita pun sulit berinteraksi dengan mereka seperti dengan manusia. Saya pun bingung, gimana cara terbaik untuk engage mereka tanpa kita sendiri tergerus kemanusiannya. Ada ide?
Pokaż ten wątek
Koniec rozmowy
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.