You’re unable to view this Tweet because this account owner limits who can view their Tweets. Learn more
antho massardi@anthomassardi·Sep 20, 2016Replying to @imam_nahrawiDalam olahraga ukurannya jelas pak. Prestasi berdasarkan rekor dan kualifikasi peringkat. Di luar itu abaikan.
Skrn69_WinAugust@ArnetzS_SABLENX·Sep 20, 2016Replying to @imam_nahrawi#PON2016 cm ngejar prestise belaka,,hrusnya muara dr PON adlh SeaGames,ASIAN Games jg Olimpiade tp realita jauh dr prestasi
Ardian Madridistas@Ardiansyah_Vidy·Sep 20, 2016Replying to @imam_nahrawimungkin pak @imam_nahrawi supaya lebih sportivitas, wasitnya harus di ambil dari negeri'' tetangga ataupun di eropa 😅😅😅
aki balangantrang@akirayud·Sep 20, 2016Replying to @imam_nahrawisiap bos. Ngemeng2 kemenpora nyumbang berapa gt untuk pembinaan olrag di daerah?? Kalo seuprit mah gak usah ngajarin lah1
Gita N. Sajida@gnsajida·Sep 20, 2016Replying to @imam_nahrawisetuju paaaak. Isu2 harus dicari tahu dl kebenarannya. Mohon kebijakannya pak menteri. ☺️
arvyra@arvyravy·Sep 20, 2016Replying to @imam_nahrawiada yang curang pak? atau baru isu? wah, hati2 pak sdh di tweet gini kalau masih isu.
putraaajja@nnaonansih·Sep 21, 2016Replying to @imam_nahrawisportivitas hanyalah mimpi .. Stop campur tangan aparat di bidang olahraga manapun
Sani faqot@SaniFaqot·Sep 21, 2016Replying to @imam_nahrawitweet inilah sebetulnya yg mencederai sportivitas,krn tendensius dan tersirat niat menghakimi.Lama2 mirip farhat abas...labil!
ayiriyadhi@AyiRiyadhi·Sep 21, 2016Replying to @imam_nahrawiitu semua tanggung jawab bpk sebagai Menpora