Selamat malam, tweeps. Seminggu menjelang Idul Fitri, dan di tengah wacana “relaksasi PSBB” yang mengemuka, izinkan kami menyampaikan ulasan umum “state of the pandemic” di Indonesia saat ini, sekaligus beberapa keprihatinan.
-
-
Pokaż ten wątek
-
10 minggu berlalu sejak tiga pasien COVID-19 pertama diumumkan Indonesia. Angka resmi terkini, sudah 17.514 orang terinfeksi dan 1.148 meninggal akibat COVID-19 di Indonesia. Tabulasi data daerah bahkan mengindikasikan jumlah kematian sudah melebihi 3000.
Pokaż ten wątek -
Karena angka tes harian per sejuta penduduk yang dilakukan di Indonesia masih salah satu yang terendah di dunia, dapat dipastikan bahwa jumlah orang yang sudah terinfeksi COVID-19 di negeri ini jauh lebih tinggi dari angka resmi di atas, demikian pula angka kematiannya.
Pokaż ten wątek -
Pesan utamanya di sini: kita tidak tahu. Kita tidak tahu sudah seberapa luas wabah ini menyebar di Indonesia. Di mana saja? Berapa angka kematian sesungguhnya? Kita tidak tahu seberapa efektif PSBB selama ini berhasil membengkokkan kurva wabah ini.
Pokaż ten wątek -
Kita tidak tahu apakah pemerintah lebih tahu daripada kita dan, jika iya, mengapa kita tidak diberi tahu. Kita tidak tahu mengapa ilmuwan dan analis kesulitan mendapatkan akses data. Bahkan, mengapa antaraktor pemerintah pun masih ada sekat-sekat informasi?
Pokaż ten wątek -
Kita tidak tahu, apa kabar upaya persiapan pandemi yang rupanya seduah dilakukan bertahun-tahun sebelum ini. Ada di mana saja ahli-ahli yang terlibat? Apa kabar semua pengetahuan yang dihasilkan selama itu? Misterius, memang. Kenapa kabutnya begitu pekat?
Pokaż ten wątek -
Di tengah pekatnya kabut ini, ada sinyal kuat bahwa pemerintah sudah mantap menyongsong era Normal Baru (Norba), di mana kita diminta berdamai dengan korona dan tetap tenang, karena ketenangan adalah setengah dari kesembuhan. Ya, agaknya mayoritas kita diproyeksikan akan kena.
Pokaż ten wątek -
Dalam rangka menyongsong Normal Baru, PSBB akan direlaksasi agar ekonomi bisa digenjot kembali, bahkan sudah ada tenggat yang sangat spesifik kapan kurva wabah diminta sudah harus turun—yaitu sekarang, pertengahan Mei—dengan cara apa pun.
Pokaż ten wątek -
Sempat beredar cuplikan paparan dari salah satu kementerian dengan jadwal yang sangat runut kapan berbagai kegiatan ekonomi dapat jalan kembali. Juga sudah ditetapkan bahwa kelompok usia di bawah 45 lebih kebal, sehingga boleh bekerja kembali. Semoga tanpa bawa oleh-oleh virus.
Pokaż ten wątek -
Tapi, mengutip twit
@ari_ap berikut, apakah dari pihak virus sudah ditanya?
https://twitter.com/ari_ap/status/1257965016365641730?s=19 …
Pokaż ten wątek -
Dalam arsenal perangkat melawan pandemi, PSBB (ya, lokdon, karantina wilayah, apa pun) hanyalah salah dari sederet alat untuk membengkokkan kurva epidemi ke ambang yang terkendali. Alat lain adalah pengetesan dan pelacakan kontak, kewajiban masker untuk semua, jaga jarak, dst.
Pokaż ten wątek -
Fungsi utama PSBB adalah memberi peluang kepada negara-negara yang “telat ngangkat” untuk mengejar si virus, melipatgandakan kapasitas tes, produksi APD, meningkatkan sistem kesehatan publik, merekrut pasukan pelacak kontak, dan hal esensial lain dalam konteks pengendalian wabah.
Pokaż ten wątek -
Dalam strategi melawan pandemi, pembatasan sosial—apa pun istilahnya—adalah hal yang seharusnya tidak berlarut-larut jika dilakukan efektif, terutama mengingat betapa besar disrupsi atas kehidupan dan ongkos ekonomi yang harus dibayar.
Pokaż ten wątek -
Ya, kami sangat paham begitu kencang greget untuk kembali berkegiatan dan beramai-ramai. Semua lelah. Kami pun lelah. PSBB telah menimbulkan dampak psikologis dan ekonomi yang amat dalam dan traumatis bagi banyak orang.
Pokaż ten wątek -
Jutaan orang telah kehilangan sumber penghidupan. Jutaan kena PHK dan merosot ke jurang kemiskinan. Banyak usaha, dari kecil-menengah sampai unicorn kebanggan anak bangsa pun mengalami penyusutan masif, bahkan kebangkrutan.
Pokaż ten wątek -
Beberapa BUMN besar pun mengalami tekanan. Rating utangnya kini ambruk setara junk, dan ada sukuk yang akan jatuh tempo segera. Sementara likuiditas sangat tipis.
Pokaż ten wątek -
Persoalannya sekarang, apakah ekonomi, kepercayaan investor, dan rasa aman publik akan serta merta pulih dengan “relaksasi” ini? Dan lebih penting lagi: apakah COVID-19 akan manut dan terkendali hanya dengan ajakan “berdamai”?
Pokaż ten wątek -
Jika kemudian terjadi lonjakan kasus, sistem kesehatan mulai kewalahan, dan tenaga kesehatan kita mulai berguguran lagi, apakah warga akan rela diminta berdiam di rumah lagi? Terlebih bagi yang sudah kehilangan pendapatan, pekerjaan dan anggota keluarga, apakah semua ini sia-sia?
Pokaż ten wątek -
Kita semua tentu berharap bahwa setelah sekian lama berdiam di rumah, kita seharusnya sudah berhasil membengkokkan kurva, mencekik Covid, meringankan beban tenaga medis dan penggali kubur, dan kehidupan berangsur bisa pulih kembali.
Pokaż ten wątek -
Namun, maafkan, kami perlu memberi kabar buruk: berdasarkan angka resmi sekali pun, kurva pandemi ini belum turun. Laju penyebaran (Rt) dan confidence intervalnya masih di atas angka 1.pic.twitter.com/zTrL7RkKRr
Pokaż ten wątek -
Kabar lebih buruknya lagi, angka resmi dan grafik di atas mencerminkan potret sebaran 2-4 minggu lalu, mengingat ada jeda inkubasi antara saat orang terinfeksi dengan penampakan gejala, dan antara saat dites hingga hasil diumumkan. Angka riil hari ini pasti beberapa kali lipat.
Pokaż ten wątek -
Dan ini kabar terburuknya: Dua bulan ke depan adalah masa paling berbahaya bagi Indonesia.
Pokaż ten wątek -
Belajar dari sejarah wabah Flu Spanyol yang melanda dunia seabad lalu, angka kematian terbesar terjadi pada gelombang kedua, setelah orang lelah berdiam di rumah pada gelombang pertama lalu keluar bergaul karena merasa keadaan aman-aman saja.pic.twitter.com/tV4evbc6fe
Pokaż ten wątek -
Melihat rekam jejak penegakan hukum PSBB di banyak tempat, banyaknya perkumpulan dan keramaian yang dibiarkan (kasus McD Thamrin, salat tarawih berjamaah), bahkan yang terjadi akibat kacaunya kebijakan (penumpukan penumpang di bandara)...
Pokaż ten wątek -
… komunikasi publik yang tidak konsisten dan membingungkan, kacaunya koordinasi antarlembaga dan antarlevel pemerintahan hanya 2 minggu menjelang relaksasi PSBB yang diwacanakan ini, kami ingin menyerukan kepada semua pihak untuk jangan lengah, justru tingkatkan kewaspadaan.
Pokaż ten wątek -
Kami khawatir relaksasi yang tidak dilandaskan data yang kokoh, tanpa strategi yang jelas bagaimana melakukannya dengan aman, tanpa komunikasi krisis dan komunikasi risiko yang genah, tanpa sosialisasi dan penegakan aturan jaga jarak dan mobilisasi penduduk yang teratur ...
Pokaż ten wątek -
... alih-alih memulihkan, kebijakan ini dapat memperdalam krisis yang kita hadapi, termasuk semakin memukul perekonomian. Maka, sebelum relaksasi pembatasan sosial apa pun dilakukan, ada beberapa hal yang ingin kami ingin tegaskan sebagai prasyarat.
Pokaż ten wątek -
Pertama, kami tidak akan bosan menyerukan kepada pemerintah untuk transparan tentang data, bukan saja angka kasus dan kematian akibat Covid, tapi juga data proxy lain, seperti data penguburan, data klaim BPJS, dan banyak dataset lain untuk menjelaskan skala wabah.
Pokaż ten wątek -
Transparansi adalah esensial. Selain merupakan hak warga negara yang diatur dan dilindungi beberapa undang-undang, transparansi data membantu pemerintah mendapatkan masukan kebijakan yang mumpuni dari ahli yang dapat mengakses dan mengalisis data tersebut.
Pokaż ten wątek -
Anggapan atau ketakutan bahwa "warga akan panik" jika tahu angka sesungguhnya adalah tidak berdasar. Ya, mungkin publik akan bingung sejenak, tapi tenang aja. Orang Indonesia pemaaf kok.
Pokaż ten wątek - Pokaż odpowiedzi
Nowa rozmowa -
Wydaje się, że ładowanie zajmuje dużo czasu.
Twitter jest przeciążony lub wystąpił chwilowy problem. Spróbuj ponownie lub sprawdź status Twittera, aby uzyskać więcej informacji.
Mengawal informasi COVID-19 • Mendorong transparansi data & komunikasi krisis yang benar • Mengadvokasi kebijakan berbasis bukti