Today also belongs to all women across the world who live under the enslaving law of #CompulsaryHijab. Every human being should have the right to think and lead their life in their own terms without the fear of being jailed, beaten, or killed.
-
-
Prikaži ovu nitHvala. Twitter će to iskoristiti za poboljšanje vaše vremenske crte. PoništiPoništi
-
-
-
Sementara itu, ciwi2 di sini yg ga ngerti malah berlomba-lomba selfie buat nunjukin kalau mereka cantik pakai hijab


-
Wkwk macem yang make istilah "heterophobic" & "white lives matter"!

- Još 2 druga odgovora
Novi razgovor -
-
-
Hal inilah yang membuat saya konsisten tidak berhijab.
-
On more serious note, berhijab harus dilihat sebagai pilihan dari ukhti yang terdorong oleh keinginan rohiniah yang kuat. Bukan paksaan.
Kraj razgovora
Novi razgovor -
-
-
Slalu spakat akan kebebasan orang untuk milih path nya masing", kita ga bisa judge path nya seseorang bener atau buruk krn sangat bukan kapasitas kita. Tapi kalo jilbab, itu ak yakin adalah perintah langsung dari tuhanku, dan hukumnya wajib. Tersrah dia mau alchol, rokok, dsb.
-
Sepakat dengan kebebasan memilih pakai jilbab atau tidak. Sepakat juga dengan kebebasan muslim yang yakin jilbab kewajiban atau yang yakin jilbab bukan kewajiban.
Kraj razgovora
Novi razgovor -
-
-
Hijab untuk membedakan wanita yg baik dan bukan,,,tapi itu dulu.
-
Lebih tepatnya perempuan merdeka dan budak...
- Još 1 odgovor
Novi razgovor -
-
-
"Boleh kita tidak setuju dengan aspirasi holistik seperti itu, namun dihargai sebagai upaya untuk menemukan Islam dalam kebulatan dan keutuhan, jadi motifnya berwatak transendental" - Gus Dur (Kerudung dan kesadaran beragama)pic.twitter.com/PTvpOz3OS6
Hvala. Twitter će to iskoristiti za poboljšanje vaše vremenske crte. PoništiPoništi
-
Čini se da učitavanje traje već neko vrijeme.
Twitter je možda preopterećen ili ima kratkotrajnih poteškoća u radu. Pokušajte ponovno ili potražite dodatne informacije u odjeljku Status Twittera.